GELORAnews - Gubernur Maluku Utara , Sherly Tjoanda, benar-benar "dimanjakan" dengan berbagai macam fasilitas yang disediakan Pemprov Malut. Belum selesai polemik soal renovasi rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur di Sofifi, kini muncul lagi fasilitas lain yang dinikmati Gubernur, seperti speed boat yang disewa dari pihak ketiga, serta tempat tinggal Sherly di Ternate yang juga dibayar Pemprov. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dihabiskan untuk dua item kegiatan ini mencapai Rp. 2 miliar.

Sesuai informasi yang diperoleh Gelora News, kedua item kegiatan itu melekat di Biro Umum Setprov Malut tahun 2025, dengan anggaran Rp 1,5 miliar untuk sewa speed boat dan Rp 500 juta untuk sewa tempat tinggal Sherly di Ternate. Padahal Pemprov sendiri memiliki banyak speed boat yang bisa dipakai gubernur serta rumah dinas di Ternate yang bisa ditempati. Sayangnya, Pemprov lebih memilih menyewa dibanding memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.

Baca:Anggaran Rudis Gubernur dan Wagub Bisa Perbaiki 1250 Dapur Warga

"Di beberapa akun medsos, Ibu Gub banyak memposting video tentang keluhannya terhadap ruang fiskal APBD yang sangat tipis, PAD yang minim. DAU yang habis hanya untuk belanja gaji pegawai. Tapi di sisi lain, banyak anggaran yang dipakai untuk kegiatan yang tidak produktif, seperti sewa tempat tinggal dan speed boat," kata salah satu sumber yang meminta agar namanya tidk ditulis.

Dari penelusuran Gelora News di Sistem Infirmasi Umum Pengadaan (SiRUP) yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), item belanja Sewa Kendaraan angkutan laut (speed boat) operasional KDH dan sewa rumah dinas jabatan KDH di Ternate memang ada di anggaran Biro Umum.

Sewa speed boat tertulis dengan kode RUP 58821866, sedangkan sewa rumah dinas dengan kode RUP 58821864. Kedua item ini menggunakan sistem pengadaan langsung untuk rumah dinas dan tender untuk speed boat.

Sayangnya, Plt. Karo Umum Pemprov Malut, Armin, belum dapat dikonfirmasi. Gelora News mencoba menguhubungi yang bersangkutan via Whatsapp, namun tidak mendapat jawaban. (eko)