TERNATE — Persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Ternate memasuki garis akhir. Di balik rapi dan semaraknya penyambutan, ada satu nama yang menjadi motor penggerak: Dr. Rizal Marsaoly, Sekda Kota Ternate sekaligus Ketua Panitia.
Bagi Rizal, Rakernas 26-30 Agustus 2026 ini bukan sekadar forum tahunan kepala daerah. Ini adalah panggung diplomasi budaya untuk menegaskan kembali posisi Ternate di peta nasional sebagai Kota Sejarah dan Kota Rempah.
Rizal: "Ini Momentum Ternate Bicara ke ratusan Pemimpin Daerah"
Sejak awal, Rizal menekankan Rakernas harus punya "rasa Ternate".
“Rakernas XII JKPI bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis bagi Ternate untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan identitasnya sebagai Kota Rempah kepada para pemimpin daerah se-Indonesia,” tegas Rizal.
Pernyataan itu diterjemahkan ke dalam kerja-kerja teknis. Di bawah koordinasinya, seluruh OPD diputar untuk satu tujuan: membuat 1.000 tamu dari seluruh Indonesia pulang dengan membawa cerita tentang Ternate.
"Kami tidak ingin tamu hanya datang, rapat, lalu pulang. Mereka harus merasakan, melihat, dan mencium Ternate. Dari bandara sampai ke benteng, dari kuliner sampai ke cengkih," ujar Rizal.
Detil Penyambutan Dirancang Rizal: Dari Bandara ke Ornamen Kota
Arahan Rizal terlihat di setiap sudut kota:
1. Gerbang Kedatangan : Bekerja sama dengan Bandara Sultan Baabullah, panitia menyiapkan booth khusus dan lounge penyambutan. Tamu disambut dengan nuansa pusaka begitu turun dari pesawat.
2. Wajah Kota Baru: Stiker dan ornamen besar bertuliskan “Ternate Kota Rempah" dipasang di titik strategis. Tujuannya satu: mengunci identitas kota di benak para tamu.
3. Koordinasi Lintas OPD : “Guna memastikan penyambutan berjalan optimal, koordinasi lintas OPD terus dimaksimalkan," kata Rizal. Mulai dari kebersihan, keamanan, hingga rute wisata sejarah, semua masuk dalam dashboard pengawasan Sekda.
Langkah ini membuahkan hasil. Rombongan pertama Presidium JKPI bersama seniman sudah tiba dengan KM Sinabung. Sementara gelombang besar para kepala daerah dijadwalkan masuk mulai 25 Agustus 2026.
Dampak Ekonomi: Hotel Penuh, UMKM Naik Jelas
Peran Rizal sebagai ketua panitia juga diuji pada sisi ekonomi. Hasilnya: okupansi hotel sudah full booked selama 5-6 hari.
Data panitia mencatat 868 peserta telah konfirmasi hadir dan diprediksi tembus lebih dari 1.000 orang.
"Ini bukan hanya angka. Ini adalah 1.000 peluang bagi pedagang pasar, perajin cenderamata, pelaku kuliner, hingga tukang ojek untuk naik kelas," jelas Rizal.
Ia sengaja mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam setiap rangkaian acara, mulai dari cenderamata khas rempah hingga sajian kuliner Ternate dalam gala dinner.
Visi Besar: Mengembalikan Narasi Ternate
Bagi Rizal, JKPI adalah rumah yang tepat. Karena JKPI adalah jaringan kota-kota yang menjaga warisan. Dan Ternate, katanya, adalah salah satu kota dengan warisan paling kaya di Nusantara.
Rakernas ini, menurutnya, adalah cara mengembalikan narasi bahwa Ternate bukan hanya kota transit. Ternate adalah pusat peradaban rempah dunia, kota yang pernah menjadi poros perdagangan global.
"Dengan dukungan semua pihak, kami optimis Rakernas ini sukses digelar dan menjadi mesin penggerak roda ekonomi lokal. Tapi yang lebih penting, Ternate kembali ditegaskan sebagai Kota Rempah di mata Indonesia," pungkasnya.
Ternate siap. 26-30 Agustus 2026. Di bawah komando Rizal Marsaoly, Kota Rempah menyambut Indonesia.
Tags
HEADLINE